
Sebelumnya saya meminta maaf kalau tidak pandai menyusun kata-kata, tapi saya sekarang merasa beruntung punya kelebihan ini, mungkin juga anak saya "nuruni" saya dalam hal ini, anak pertama saya terkena disleksia, suatu keadaan di mana anak sukar / tidak bisa membaca, karena dia melihat huruf terbalik-balik seperti p dan b atau d nah dia sukar membedakan, dia faham ,tapi tidak bisa mengungkapkan lewat tulisan dan kata-kata, kanan dan kiri suka terbalik-balik, padahal IQ nya 115, tapi ternyata inilalah karunia yang besar yang harus kita syukuri, ternyata orang-orang sukses juga penderita disleksia ini, seperti Thomas Alfa Edison, Einstein, pablo picaso ,orang-orang yang kesukaran membaca adalah orang yang otak kanan banget. Otak kanan adalah kreatifitas, otak yang erat dengan visi dan misi, otak nekat bahkan otak yang tidak pakai otak (he he he ini sebutan saya sendiri)
Otak kanan adalah otak yang digunakan untuk sukses di dunia entrepeneur, yang dimana dibutuhkan kreatifitas, keberanian, kejujuran dan berani mimpi yang besar.
Nah inilah juga yang akhirnya membuat kita prihatin, ternyata pendidikan kita semakin lama, semakin banyak menciptakan pengangguran, why ? Karena kurikulum kita tidak di merawat otak kanan. Bahkan bisa dibilang pendidikan dengan otak kanan hanya sampai TK saja. Contoh paling mudah ketika SD maka pemdidikan kesenian hanya sebagai pelengkap saja. Sehingga kalau kita tanya anak kelas 6 SD yang ditanya senang akan kesenian nyaris tidak ada. Yang dijejalkan adalah pelajaran otak kiri semua, sehingga lulus pun cita-citanya menjadi pegawai, sehingga lulusan perguruan tinggi pun cita-citanya jadi pegawai.Coba kita ingat-ingat teman-teman kita yang pandai-pandai, bagaimana nasib mereka, nah bagaimana dengan teman-teman kita yang sedang-sedang atau malah agak nakal. Nah bagaimana kesimpulannya.
Jadi kalau anda ingin terjun ke dunia entrepeneur latihlah otak kanan kita, dan jika ingin anak kita sukses di dunia entrepeneur maka rawatlah otak kanan anak kita
